“Pernah kuberucap akan membuatkan ia cerpen, tapi karena banyak kendala akhirnya terselesaikan juga, meskipun aku kurang pandai membuat cerpen dan kukira cerita ini kurang begitu menarik, tak apalah… semoga ia membacanya dan setidaknya aku bertepat kata… (hope u like it dear)”
Pagi itu matahari masih terasa hangat, hawa dingin pun belum sempurna lenyap, tiba-tiba aku dikejutkan oleh deringan suara hp ku yang dengan serentak meyeretku dari bawah sadar. Dengan mata yang masih susah kubuka kucoba meraih hp yang tergeletak disebelahku tidur, kulihat disana ada sebuah sms masuk, dengan mata yang masih sedikit melekat kubaca isi pesan itu.
“aang, nanti jemput aku di stasiun jam 10 pagi ya..” begitu isi pesan itu. Kulihat nama pengirimnya, ninda.
Baru saat itu aku benar-benar berusaha untuk bangun dari tidurku. dan menyadarkan diri. yaaa…. ninda, ialah kekasih ku yang paling kutunggu dalam hidupku. Hari ini ia berencana datang dari jogya, dan menyuruhku untuk menjemputnya di stasiun kota.
Hari itu aku begitu bersemangat, hari ini sudah kutunggu selama setahun, sejak hari dimana kami berjanji akan bertemu setahun kemudian. Hari ini pun menjadi hari yang sangat spesial. Sebelumnya kami memang belum pernah bertemu, karena kami terpisah jarak yang cukup jauh. Selama ini kami hanya berkomunikasi melalui chating di internet.
Hari itu juga tepat jam 9 pagi aku bergegas mandi dan bersiap pergi ke stasiun kota untuk menjemputnya. Dengan satu-satunya kendaraan bututku, motor suzuki shogun tahun 2001 yang warnanya sudah tak seindah dulu, tetapi masih dengan setia mengantarkan ku kemanapun aku pergi. Segera kunaiki motorku dan bergegas menuju stasiun. Kupacu dengan segenap jiwa dan semangat di dada, melewati jalanan kota yang panas dan berdebu.“aahhh….. panas juga hari ini, padahal masih sedikit pagi” gumamku dalam hati.
Kira-kira setelah 2o menit perjalanan aku akhirnya sampai di stasiun, segera kuparkirkan motorku dan segera masuk kedalam area stasiun kota. Terlihat banyak lalu lalang para calon penumpang KA disana sini. Kuhiraukan saja mereka. Kulihat jam dinding besar di atas area keberangkatan kereta, menunjukkan pukul 09:5o.
“ahh.. masih belum tiba” gumamku. Kemudian kulihat seorang bapak dengan seragam dinasnya dengan membawa sebuah peluit.
“aha, itu pasti petugas keberangkatan KA, tanya bapak itu saja!!” pikirku, kulambaikan tanganku seraya memanggil bapak itu, bapak itupun berjalan kearahku,
“emm.. maaf pak, mau tanya, kereta dari jogya datang jam berapa ya pak ..?? “ tanyaku.
“sebentar lagi mas, kalo tidak terlambat sesuai jadwal tiba pk 10:15” jawab bapak itu.
“oh terima kasih pak, kalo begitu saya tunggu saja” balasku.
bapak itu pun meningalkan ku dan kembali meneruskan tugasnya. Suasana stasiun yang ramai membuatku sedikit pusing. Akupun memutar mata mencari tempat duduk untuk istirahat. Kulihat disebelah kanan ku ada bangku yang di duduki oleh seorang ibu dan anaknya.
“maaf bu! Permisi, boleh duduk di sini? Tanyaku. “oh,iya mas silahkan” jawab ibu itu. Seraya menyuruh anaknya untuk sedikit bergeser duduk.
Akupun segera duduk disebelah anak si ibu itu.
Mencoba bersabar dalam hati menunggu kerata tiba, beberapa saat kulihat kembali jam dinding besar itu, kali ini menunjukkan pk 10:14, “aahh… sudah hampir datang” gumamku. Akupun bangkit dari duduk ku dan berjalan ke arah kedatangan kereta. Tetapi kereta yang kutunggu belum juga nampak. Dengan perasaan yang sedikit tidak sabar dan gelisah, aku enggan duduk kembali dan hanya mondar-mandir di area itu. Kutengok lagi jam, kali ini jam menunjuk 10:20. perasan ku semakin tidak karuan. “apakah kereta terlambat” tanyaku dalam hati.
Untuk memastikan, akupun menghampiri kembali bapak petugas KA tadi untuk bertanya kembali. “maaf pak, kereta dari jogya kok belum juga tiba ya..? Kenapa..? apa terlambat.. ?” tanyaku beruntun.
“maaf mas, barusan ada kabar kereta mengalami kerusakan dan dipastikan akan terlambat untuk beberapa lama” jelas bapak itu.
Mendengar jawab itu, kutinggalkan bapak itu dengan perasaan sedikit kesal.
Perasaan ku semakin tak karuan, campur aduk, gelisah, akupun hanya bisa mondar-mandir dengan kesal di dada.
semenit, 5 menit, 10 menit, kutunggu dengan perasaan yang tak karuan. Akupun merasa capek, letih sendiri. kuputuskan kembali ke tempat duduk tadi berusaha menenangkan diriku.
Karena lelah dan resah menunggu, akupun merasa mataku berat dan sedikit mengantuk.
Tak terasa akupun tertidur di bangku itu….
berselang berapa lama, tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah tepukan di pundakku dengan keras dan dengan serentak membuatku terkaget-kaget.
“Ah, mungkin itu ninda datang” pikirku, tapi ternyata……..
terdengar suara lain yang tidak asing bagiku, “bangun bocah pemalas, tidur apa mati kau? siang bolong masih tidur juga (suara ibuku)
oh tidak itu adalah ibuku yang memarahiku karena tidur melulu….
akupun segera tersadar dan bangun, serta merta menyadari bahwa semua hanya mimpi belaka.
ternyata aku hanya bermimpi, semua ini hanya bunga tidur…
aku tidak kemana-mana, aku masih dikamar ku yang sempit ini. Ya Tuhan ternyata cuma mimpi, dan penantian setahun itu masih lama..
(berharap cepatlah setahun) Tuhan..