Bagiku dia sangat berarti.
Sejak aku mengenalnya begitu banyak hal² baik yang terjadi padaku,
Dan hal² baru yang belum pernah kualami sebelumnya.
Aku telah banyak berubah sejak ia hadir dalam hatiku.
Aku belajar banyak darinya..dan itu adalah menyenangkan bagiku.
Dan ia mengajariku sesuatu yang belum pernah kupahami.
Tentang apa itu sayang, arti sebuah keluarga, teman dan arti kata dari “menjaga”.

Aku selalu merindukannya di setiap detik waktuku,
Berusaha menjaga setiap janjiku dan akan menepatinya. hanya untuk nya.
Bersamanya aku memiliki sebuah tujuan.
Menunggu dengan sabar dimana hari yang kami tunggu datang dan menjadi nyata.

Tetapi mungkin aku bodoh..

Tanpa sadar terkadang aku menyakitinya, membuatnya kesal dengan ucapan bodohku.
Sedetik kemudian aku tersadar dan yang kurasa adalah hatiku sakit,
Sesak dan penyesalan bergulir di dada..
menyakitinya adalah hal yang tak pernah kuinginkan.

Sayang… maafkan aku yang belum bisa mengerti perasanmu ini.
Aku tidak pernah ingin menyakitimu.

untuk anak ku mega, solat yang rajin ya doakan ayah cepat keluar. ayah mohon maaf, ayah yang salah. dan kalau sekolah bawa motornya  jangan ngebut².

untuk mas aang bilang tidak boleh keluar malam sama ayah. bantu ibu, dan jangan sering keluar malam. bilang mas aang ya ga…

ayah mohon maaf..

untuk istriku.. semua ini aku yang salah, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. aku yang salah….

solat malam ya doakan aku… trimakasih.

“sayang cium jauh dan peluk”

ayah

::  ayah…

maaf kan anakmu yang belum bisa menjadi apa² ini..

yang belum bisa memberikan apa² untuk keluarga ini..

maafkan anakmu yang slalu meyusahkan  ini..

ibu, ayah maaf….

terima kasih Tuhan

Kau berikan kami kekuatan, kesabaran, dan ketabahan sehingga kami tetap bisa berjalan dalam segala keterbatasan ini.

dua bulan, mungkin bukan waktu yang cukup lama bagi sebagian orang, tapi bagi ku, ia (kami) dua bulan mungkin telah membuktikan betapa kami percaya dengan semua rencana-Mu.

semoga aku dan ia selalu kau limpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menjalani semua ini Tuhan.

dengan keyakinan dan kepercayaan ini..

aku berharap semoga waktu itu akan tiba.. (amin)

“happy anniversary dear” :)

I hope you’ll be patient dear, I’ll keep my promise to be there..

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


malam ini entah kenapa tiba-tiba aku merasa tak berguna
suasana kelabu menyelimuti hatiku
hitam dan putih terlihat begitu samar
sekejap aku merasa rapuh, tanpa arah dan tujuan

apa aku ini..
kenapa aku ini..
terkadang aku tak tahu apa yang kupikirkan
melihat diriku sendiri terdiam dalam kebingungan
sesaat aku melihat jalan, terang..
sesaat aku tersudut dalam kegelapan,menyesesak..
terlihat tegar dan rapuh seketika.

kadang kuanggap diriku seperti daun yang terseret arus sungai,
mengalir kesana kemari tanpa tujuan.
sesekali terdiam tersangkut ranting.
dan hanyut kembali bersama arus kehidupan.

tetapi sesaat kemudian suasana hatiku sedikit berubah
setelah aku membaca thread yang cukup bagus di kaskus
( http://www.kaskus.us/showthread.php?t=913969 )

tak lama berselang ia berkirim pesan sms padaku :)
menanyakan keadaanku dan status pesimisku yang kutulis di fb dan plurk
ia hadir disaat aku rapuh, memberiku semangat,
menyapu semua resah dan gelisah di dada
dan mengingatkan akan tujuanku..
Ya Allah… terima kasih telah Kau hadirkan ia dalam hidupku
dalam hatiku, suatu hari nanti aku ingin menemaninya dan melangkah bersamanya..

terima kasih sayang, untuk semuanya

dan atas segala perhatianmu mu padaku! :)

 

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


tak banyak yang bisa kutuliskan..  dan mungkin sebagian terpendam..

lilin kecil

 

semoga lilin kecil yang rapuh ini dapat menenangkan  setiap jiwa yang resah dalam sangkar..

semoga lilin kecil yang redup ini dapat menjadi pelita dalam kehidupan..

semoga lilin kecil ini dapat membimbing harapan…

terima kasih

telah mau menemani langkahku

untuk semua waktumu

atas segala perhatian mu

untuk setiap kata yang kau kirim padaku

setiap harapanmu adalah doa bagiku

rasa ini akan tetap kujaga

kuingin kita bisa selalu bersama

hari ini dan seterusnya

kuyakin hari itu akan ada

27

terima kasih

“sesungguhnya gadis baik-baik hanya untuk laki-laki baik”

begitu sebuah ungkapan yang pernah saya dengar dari salah sebuah acara di stasiun TV swata. sejenak membuat saya terenung diam dalam menyikapi kata-kata tersebut, bertanya dalam hati, mencoba memahami. kemudian terbesit seputar pertanyaan-pertanyaan.

gadis baik-baik apakah memang hanya untuk laki-laki yang baik ? lalu bagaimana para semua laki-laki yang tidak baik ?. apakah mereka tidak berhak mendapatkan gadis baik-baik agar mereka menjadi baik pula dalam kebaikan itu ? atau para laki-laki yang tidak baik diharuskan menjadi baik dulu, kemudian bisa mendapatkan gadis baik-baik ? dan kemampuan saya pun terbatas untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan itu.

betapa saya berusaha mencari jawaban, tetapi saya hanya dapat berusaha menjadi laki-laki yang baik, demi menginkan gadis yang baik pula sebagai pendamping. karena pada dasarnya semua manusia laki-laki atau perempuan pasti menginginkan kebaikan. dan sesungguhnya Allah menyukai kebaikan dan segala sesuatu yang baik-baik hanya berasal dari Nya.  (end)

“Pernah kuberucap akan membuatkan ia cerpen, tapi karena banyak kendala akhirnya terselesaikan juga, meskipun aku kurang pandai membuat cerpen dan kukira cerita ini kurang begitu menarik, tak apalah… semoga ia membacanya dan setidaknya aku bertepat kata… (hope u like it dear)”

Pagi itu matahari masih terasa hangat, hawa dingin pun belum sempurna lenyap, tiba-tiba aku dikejutkan oleh deringan suara hp ku yang dengan serentak meyeretku dari bawah sadar. Dengan mata yang masih susah kubuka kucoba meraih hp yang tergeletak disebelahku tidur, kulihat disana ada sebuah sms masuk, dengan mata yang masih sedikit melekat kubaca isi pesan itu.

“aang, nanti jemput aku di stasiun jam 10 pagi ya..” begitu isi pesan itu. Kulihat nama pengirimnya, ninda.

Baru saat itu aku benar-benar berusaha untuk bangun dari tidurku.  dan menyadarkan diri. yaaa…. ninda, ialah kekasih ku yang paling kutunggu dalam hidupku. Hari ini ia berencana datang dari jogya, dan menyuruhku untuk menjemputnya di stasiun kota.

Hari itu aku begitu bersemangat, hari ini sudah kutunggu selama setahun, sejak hari dimana kami berjanji akan bertemu setahun kemudian. Hari ini pun menjadi hari yang sangat spesial. Sebelumnya kami memang belum pernah bertemu, karena kami terpisah jarak yang cukup jauh. Selama ini kami hanya berkomunikasi melalui chating di internet.

Hari itu juga tepat jam 9 pagi aku bergegas mandi dan bersiap pergi ke stasiun kota untuk menjemputnya. Dengan satu-satunya kendaraan bututku, motor suzuki shogun tahun 2001 yang warnanya sudah tak seindah dulu, tetapi masih dengan setia mengantarkan ku kemanapun aku pergi. Segera kunaiki motorku dan bergegas menuju stasiun. Kupacu dengan segenap jiwa dan semangat di dada, melewati jalanan kota yang panas dan berdebu.“aahhh….. panas juga hari ini, padahal masih sedikit pagi” gumamku dalam hati.

Kira-kira setelah 2o menit perjalanan aku akhirnya sampai di stasiun, segera kuparkirkan motorku dan segera masuk kedalam area stasiun kota. Terlihat banyak lalu lalang para calon penumpang KA disana sini. Kuhiraukan saja mereka. Kulihat jam dinding besar di atas area keberangkatan kereta, menunjukkan pukul 09:5o.

“ahh.. masih belum tiba” gumamku. Kemudian kulihat seorang bapak dengan seragam dinasnya dengan membawa sebuah peluit.

“aha, itu pasti petugas keberangkatan KA, tanya bapak itu saja!!” pikirku, kulambaikan tanganku seraya memanggil bapak itu, bapak itupun berjalan kearahku,

“emm.. maaf pak, mau tanya, kereta dari jogya datang jam berapa ya pak ..?? “ tanyaku.

“sebentar lagi mas, kalo tidak terlambat sesuai jadwal tiba pk 10:15” jawab bapak itu.

“oh terima kasih pak, kalo begitu saya tunggu saja” balasku.

bapak itu pun meningalkan ku dan kembali meneruskan tugasnya. Suasana stasiun yang ramai membuatku sedikit pusing. Akupun memutar mata mencari tempat duduk untuk istirahat. Kulihat disebelah kanan ku ada bangku yang di duduki oleh seorang ibu dan anaknya.

“maaf bu! Permisi, boleh duduk di sini? Tanyaku. “oh,iya mas silahkan” jawab ibu itu. Seraya menyuruh anaknya untuk sedikit bergeser duduk.

Akupun segera duduk disebelah anak si ibu itu.

Mencoba bersabar dalam hati menunggu kerata tiba, beberapa saat kulihat kembali jam dinding besar itu, kali ini menunjukkan pk 10:14, “aahh… sudah hampir datang” gumamku. Akupun bangkit dari duduk ku dan berjalan ke arah kedatangan kereta. Tetapi kereta yang kutunggu belum juga nampak. Dengan perasaan yang sedikit tidak sabar dan gelisah, aku enggan duduk kembali dan hanya mondar-mandir di area itu. Kutengok lagi jam, kali ini jam menunjuk 10:20. perasan ku semakin tidak karuan. “apakah kereta terlambat” tanyaku dalam hati.

Untuk memastikan, akupun menghampiri kembali bapak petugas KA tadi untuk bertanya kembali. “maaf pak, kereta dari jogya kok belum juga tiba  ya..? Kenapa..? apa terlambat.. ?” tanyaku beruntun.

“maaf mas, barusan ada kabar kereta mengalami kerusakan dan dipastikan akan terlambat untuk beberapa lama” jelas bapak itu.

Mendengar jawab itu, kutinggalkan bapak itu dengan perasaan sedikit kesal.

Perasaan ku semakin tak karuan, campur aduk, gelisah, akupun hanya bisa mondar-mandir dengan kesal di dada.

semenit, 5 menit, 10 menit, kutunggu dengan perasaan yang tak karuan. Akupun merasa capek, letih sendiri. kuputuskan kembali ke tempat duduk tadi berusaha menenangkan diriku.

Karena lelah dan resah menunggu, akupun merasa mataku berat dan sedikit mengantuk.

Tak terasa akupun tertidur di bangku itu….

berselang berapa lama, tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah tepukan di pundakku dengan keras dan dengan serentak membuatku terkaget-kaget.

“Ah, mungkin itu ninda datang” pikirku, tapi ternyata……..

terdengar suara lain yang tidak asing bagiku, “bangun bocah pemalas, tidur apa mati kau?  siang bolong masih tidur juga (suara ibuku)

oh tidak itu adalah ibuku yang memarahiku karena tidur melulu….

akupun segera tersadar dan bangun, serta merta menyadari bahwa semua hanya mimpi belaka.

ternyata aku hanya bermimpi, semua ini hanya bunga tidur…

aku tidak kemana-mana, aku masih dikamar ku yang sempit ini. Ya Tuhan ternyata cuma mimpi, dan penantian setahun itu masih lama..

(berharap cepatlah setahun) Tuhan..

Halaman Berikutnya »